Jumat 3 Juli 2026 - 18:40
Dimulainya Upacara Tasyyi Jenazah Suci Syuhada Iran dari Haram Suci Sayyidah Ma'sumah

Hawzah/ Ketua Staf Upacara Perpisahan dan Tasyyi Jenazah Imam Syuhada di Qom mengatakan: Awal mula prosesi tasyyi jenazah pemimpin syuhada Revolusi Islam akan dimulai dari Haram Suci Sayyidah Fatimah Ma'sumah as menuju Masjid Jamkaran.

Berita Hawzah  Sardar Fathollah Jomeiri, Ketua Staf Penyelenggaraan Upacara Perpisahan dan Tasyyi Jenazah Imam Syuhada di Qom, dalam wawancaranya dengan para wartawan, dengan merujuk pada kesiapan luas Provinsi Qom untuk menjadi tuan rumah prosesi tasyyi jenazah pemimpin syuhada Revolusi Islam, menyatakan: Qom, karena kedudukan istimewanya dalam aspek keagamaan, budaya, dan internasional, senantiasa menjadi pusat perhatian dunia Islam, dan kedudukan ini telah melipatgandakan tanggung jawab para pejabat dan masyarakat kota ini untuk menyelenggarakan upacara bersejarah ini dengan semegah mungkin.

Beliau menambahkan: Sejak hari-hari awal perencanaan untuk upacara ini, berbagai staf khusus di berbagai bidang telah dibentuk, dan seluruh bagian pelaksana, pertolongan pertama, pelayanan, akomodasi, kesehatan, gizi, dukungan logistik, transportasi, dan manajemen lalu lintas dengan penuh koordinasi sedang menjalankan tugas-tugas mereka untuk memfasilitasi kehadiran luas para peziarah dari seluruh penjuru negeri.

Komandan Korps Imam Ali bin Abi Thalib (as) Qom, dengan merujuk pada kedudukan khusus Qom di mata pendiri Republik Islam, mengatakan: Imam Khomeini (ra) berkali-kali menekankan keterkaitan para syuhada dari kalangan ulama (ruhaniyat) dengan Qom, dan pandangan ini semakin memperberat tanggung jawab masyarakat serta pejabat kota ini untuk menerima jenazah suci pemimpin syuhada.

Beliau melanjutkan: Setelah meninjau berbagai pilihan, Jalan Raya Payambar e A'zam (Jalan Raya Nabi Agung saw) dipilih sebagai lokasi terbaik untuk pelaksanaan tasyyi jenazah dan prosesi pengiringan jenazah, karena memiliki kapasitas yang memadai, akses yang baik, dan kemungkinan pemanfaatan infrastruktur Masjid Suci Jamkaran.

Sardar Jomeiri menyatakan bahwa waktu pasti dimulainya upacara akan mengikuti waktu pemindahan jenazah suci dari Teheran, dan mengatakan: Perencanaan telah dibuat sedemikian rupa sehingga upacara akan dimulai pada jam-jam pertama dini hari agar para peziarah tidak terlalu terpapar panasnya cuaca.

Beliau menambahkan: Tentu saja, seperti beberapa upacara nasional sebelumnya, termasuk prosesi pemakaman para syuhada pelayanan (syuhada pelayanan umat) dan para syuhada front perlawanan, waktu pemindahan jenazah dapat memengaruhi jadwal final, dan dalam hal demikian, pemberitahuan yang diperlukan akan disampaikan.

Komandan Korps Imam Ali bin Abi Thalib (as) Qom menegaskan: Pemimpin Besar Revolusi Islam dan keluarga mulia beliau senantiasa menekankan pentingnya menjaga keselamatan masyarakat dalam penyelenggaraan upacara-upacara, dan atas dasar itulah seluruh rangkaian acara ini disusun dengan berpusat pada pemenuhan keamanan dan keselamatan para pelayat.

Beliau menyatakan: Kami akan berupaya menciptakan kondisi agar masyarakat dapat hadir dalam upacara dengan tenang dan tertib, serta tidak ada kepadatan berlebih atau insiden yang mengancam keselamatan para peziarah.

Sardar Jomeiri dengan memberi nasihat kepada para peziarah untuk memperhatikan hal-hal keselamatan, mengatakan: Membawa ransel berukuran besar dan barang-barang yang tidak diperlukan, selain menyulitkan para peziarah itu sendiri, juga akan menghambat proses manajemen kerumunan, dan lebih baik masyarakat menghindari membawa barang-barang semacam itu.

Beliau menambahkan: Jelas bahwa masuknya senjata tajam maupun senjata api, atau barang-barang yang dianggap terlarang dari segi keamanan, tidak akan diperbolehkan, dan aparat kepolisian serta keamanan akan mengawasi hal ini dengan penuh ketelitian.

Komandan Korps Imam Ali bin Abi Thalib (as) Qom melanjutkan: Meskipun telah disediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan di sepanjang jalur upacara, namun karena jumlah jamaah yang sangat besar, disarankan agar para peziarah membawa air minum, payung, dan obat-obatan penting yang mereka perlukan, sehingga jika suhu udara meningkat mereka tidak mengalami kesulitan.

Beliau menekankan: Kepadatan massa dalam upacara ini akan jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa acara serupa lainnya, karena sejumlah besar peziarah akan hadir dalam waktu singkat di satu kawasan tertentu, dan hal ini melipatgandakan urgensi untuk mematuhi rekomendasi-rekomendasi keselamatan.

Sardar Jomeiri mengenai pengaturan lalu lintas dan akomodasi para peziarah mengatakan: Untuk rombongan-rombongan yang datang dari berbagai provinsi, telah disediakan tempat parkir dan lokasi pemberhentian yang disesuaikan dengan jenis kendaraan, dan pengelolaan bagian ini akan dilakukan dengan kerja sama kepolisian lalu lintas dan instansi-instansi terkait.

Beliau menambahkan: Jalur-jalur akses menuju Jalan Raya Nabi Agung (saw) akan dibuka dari berbagai arah untuk kedatangan para peziarah, karena sebagian jamaah akan masuk dari sisi Masjid Suci Jamkaran dan sebagian lainnya dari jalur-jalur menuju Haram Suci Sayyidah Fatimah Ma'sumah (sa) menuju area upacara.

Komandan Korps Imam Ali bin Abi Thalib (as) Qom, dengan merujuk pada pentingnya partisipasi masyarakat dalam menyambut dan melayani para peziarah, menyatakan: Kami berharap kepada masyarakat mulia Qom, sebagaimana budaya luhur menjadi tuan rumah dalam perayaan Arba'in Husaini, mereka memanfaatkan kapasitas rumah-rumah mereka untuk menginap dan menjamu para peziarah, sehingga setiap rumah di Qom berubah menjadi satu pos pelayanan (maukib) dan penginapan bagi para peziarah.

Beliau menambahkan: Diperkirakan sebagian besar peziarah dari provinsi-provinsi selatan negeri akan langsung masuk ke Qom, alih-alih menuju Teheran, dan oleh karena itu kerja sama masyarakat dalam memberi penginapan dan menjamu para tamu akan memiliki arti penting yang sangat besar.

Sardar Jomeiri di akhir mengatakan: Menjaga ketertiban, menghindari kepadatan, memperhatikan lansia dan anak-anak, serta bekerja sama dengan petugas pelaksana, akan menjadi landasan terselenggaranya upacara ini dengan megah, dan kehadiran ini, selain sebagai penghormatan terhadap martabat pemimpin syuhada Revolusi Islam, juga merupakan pembaruan baiat (janji setia) kepada Pemimpin Besar Revolusi Islam, Yang Mulia Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei, dan dapat menyampaikan pesan persatuan, kebersamaan, dan keperkasaan bangsa Iran kepada seluruh dunia.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha